Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 3: Berniat Serius untuk Membayar Utang

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 3: Berniat Serius untuk Membayar Utang

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba. Bagian 3: Berniat Serius untuk Melunasi Utang

Oleh: Jonru Ginting

Bagian 3 ini akan terasa seperti TAMPARAN KERAS bagi sebagian besar orang yang masih hobi berutang. Tapi ini adalah tamparan yang insya Allah sangat menyembuhkan. Tamparan yang semoga bisa membuat Anda bebas utang bebas riba SELAMANYA. Makanya, yuk simak baik-baik, ya.

Saya akan mulai dengan mengutip ceramah Buya Yahya pada video Youtube berjudul “Cara Keluar dari Lilitan Hutang Riba Buya Yahya Menjawab“. Inti dari ceramah beliau di video tersebut adalah:

1. Jika kita punya uang untuk bayar utang, tapi kita dengan sengaja tidak mau membayarnya, maka Allah akan menyempitkan rezeki kita.

2. Jika kita punya utang dan berniat untuk tidak membayarnya, maka selamanya kita tidak akan ditolong oleh Allah.

3. Jika kita berutang karena hajat yang sesungguhnya, dengan cara peminjaman yang benar, lalu kita ingin membayar, maka Allah akan memudahkan urusan kita dalam melunasi utang tersebut.

Ketiga poin di atas merupakan ancaman dan janji dalam konteks duniawi. Artinya, itu adalah balasan yang akan kita dapatkan di dunia ini (balasan di akhirat belum disebutkan).

Nah, balasan di dunia saja sudah seperti itu. Tentu balasan di akhirat jauh lebih dahsyat, kan?

Karena itu, jika Anda masih punya utang, DEMI ALLAH berjanjilah penuh keseriusan untuk SEGERA melunasinya!

Selama ini banyak sekali di antara kita yang tidak mau bayar utang, padahal ada uangnya. Kenapa? Ada dua kemungkinan:

1. Karena memang tidak ada niat untuk membayar. Kalau yang seperti ini sih, kita doakan saja agar dapat hidayah.

2. Karena kita berpikir pakai hitung-hitungan manusia. Seperti ini contohnya:

Utang kita Rp 500.000. Uang yang kita miliki saat ini Rp 1.500.000. Kebutuhan kita saat ini Rp 1.500.000.

Dengan hitung-hitungan seperti di atas, kita pun berpikir, “Jika saya bayar utang, maka uang saya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini.”

Kita berpikir seperti itu, karena hitung-hitungan kita masih sebatas logika manusia. Kita lupa bahwa:

Jika kita punya uang dan ada niat baik untuk melunasi utang, maka Allah akan memudahkan urusan kita.

Artinya: Jika kita membayar utang Rp 500.000, maka Allah akan menolong kita untuk memenuhi kebutuhan yang Rp 1.500.000 tersebut. Bahkan mungkin Allah akan mendatangkan rezeki yang jauh lebih besar. Masya Allah!

Sedangkan jika kita tidak mau bayar utang, padahal sedang punya uang, maka Allah akan menyempitkan rezeki kita. Alhasil, kita akan semakin sulit untuk bayar utang, bahkan jumlah utang kita bisa makin banyak!

Hanya orang dengan iman kuat dan aqidah lurus yang bisa meyakini 100% hal-hal di atas.

Itulah sebabnya, pada bagian sebelumnya saya menyampaikan bahwa HAL PERTAMA yang harus kita lakukan jika ingin bebas utang bebas riba adalah MENGUATKAN IMAN DAN MELURUSKAN AQIDAH.

Sebab tanpa iman kuat dan aqidah lurus, niscaya kita hanya berpikir berdasarkan logika manusia yang sangat terbatas.

Jika misalnya utang kita Rp 100 miliar, lalu ada orang super baik yang bersedia membayarnya lunas tanpa syarat apapun, maka saya jamin: Setelah itu kita akan kembali berutang dan main riba.

Kenapa? Karena mindset belum berubah. Karena iman belum kuat dan aqidah belum lurus. Karena penyakit hobi berutang-nya belum sembuh.

OLEH KARENA ITU:

1. Mari berusaha untuk beritikad baik dan serius dalam usaha untuk melunasi utang.

2. Jangan biasakan main umpet-umpetan dengan orang yang nagih utang.

3. Jangan suka memberikan janji bayar tanggal sekian, tapi kita selalu mengingkari.

4. Jangan sampai saat ditagih, kita jauh lebih galak ketimbang orang yang punya piutang.

5. Kita harus menunjukkan akhlak yang baik di depan si penagih utang. Walau bagaimanapun, Anda memang berutang pada mereka, kan? Jadi TAHU DIRILAH. Punya utang kok malah galak dan belagu, hehehe….

Si penagih utang juga manusia. Mereka juga bisa kok diajak bernegosiasi. Yang penting kita bisa menunjukkan akhlak yang baik di depan mereka.

Di dunia perbankan adalah istilah restrukturisasi utang. Artinya, kita bisa datang ke bank, bicarakan baik-baik bahwa kita belum sanggup bayar utang. Mintalah agar jumlah cicilan, tanggal deadline, bahkan jumlah utang dst diubah dan diatur lagi, sehingga kita bisa lebih mudah dalam membayarnya.

Intinya: Sebenarnya tidak ada masalah jika kita berani datang baik-baik menghadap si pemberi utang, bernegosiasi dengan cara baik dan dengan akhlak yang baik pula.

Perlu diketahui bahwa bagi orang yang meminjami uang, komitmen Anda untuk bayar utang itu jauh lebih penting ketimbang pelunasan utangnya.

Maksudnya Begini:

Misalnya Anda punya utang Rp 1 juta kepada si A. Jatuh tempo hari ini, tapi Anda belum punya uang uang membayarnya.

Maka, Anda datang kepada si A. Sampaikan baik-baik, “Maaf saya belum bisa bayar utang. Boleh saya diberi waktu 5 hari?”

Jika si A setuju, maka Anda harus benar-benar serius untuk menepati janji tersebut.

Lima hari kemudian, ternyata uang yang terkumpul baru Rp 200rb. Maka silahkan datang kepada si A dan katakan, “Maaf, baru ada dua ratus ribu. Sisanya akan saya usahakan 7 hari lagi.”

Tujuh hari kemudian, ternyata hanya ada uang Rp 100rb. Maka silahkan datang lagi ke A untuk mencicil Rp 100rb.

Demikian seterusnya.

Intinya: Silahkan datang dan bayar utangnya sebelum si A menagih. Jangan sampai ditagih dulu baru dibayar.

Jika Anda punya komitmen yang sangat serius seperti ini, maka bisa saja hati si A tersentuh. Dia melihat kejujuran Anda, kemuliaan akhlak Anda, keseriusan Anda untuk bayar utang.

Maka bisa jadi si A berkata, “Ya sudahlah Pak. Sisa utangnya tak perlu dibayar. Saya anggap sudah lunas.”
Alhamdulillah, asyik sekali, kan?

NB: Tentunya kita tidak boleh mengharapkan si A berkata seperti itu. Kita tetap harus berusaha untuk melunasi utang. Jika si A mengikhlaskan sisa utangnya, anggap saja bonus yang menyenangkan.

* * *

CATATAN PENTING:

(1) Berdasarkan aturan agama (Islam), yang wajib kita bayar hanyalah POKOK PINJAMAN. Bunga atau riba dan biaya administrasi sama sekali tidak wajib dibayar.

Sedangkan dalam konteks perbankan, sebenarnya ada aturan yang tidak mewajibkan kita untuk membayar bunga pinjaman atau ribanya. Saya sudah pernah mengkonfirmasikan hal ini kepada orang bank. Artinya ini adalah info yang sangat valid.

Maka, jika Anda masih punya utang di bank, bayarlah pokok pinjamannya saja. Riba dan biaya administrasinya tak perlu dibayar. Anda tidak melanggar hukum apapun jika melakukan ini.

(2) Jangan pernah berpikir untuk melunasi utang dengan cara berutang lagi, alias gali lobang tutup lobang. Jika cara ini yang Anda tempuh, maka sampai kapanpun Anda tidak akan bebas utang!!!

BERHENTILAH BERUTANG MULAI SAAT INI. TITIK! Tanpa Tapi dan NO DEBAT. Inilah solusi terbaik jika Anda ingin bebas utang bebas riba.

Silahkan simak bagian-bagian lainnya dari seri tulisan ini, agar Anda semakin paham bagaimana CARA MUDAH mendatangkan uang tanpa harus berutang.

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.