Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 5: Jangan Bersedekah!

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 5: Jangan Bersedekah!

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba. Bagian 5: Jangan Bersedekah!

Oleh: Jonru Ginting

“Lho, kok menyuruh kita jangan bersedekah? Bukankah salah satu kiat agar bebas utang adalah dengan bersedekah?”

Ups…. Jangan protes dulu. Silahkan baca tulisan ini sampai selesai, ya. Agar paham dan tidak salah persepsi.

* * *

Hampir semua orang sudah mengetahui manfaat sedekah. Termasuk mereka yang hidupnya jauh dari agama, termasuk orang kafir, termasuk orang atheis. Mereka semua sudah tahu bahwa rajin bersedekah bisa membuat kita kaya raya.

Memang sih, manfaat sedekah bukan hanya bisa membuat kita kaya. Masih banyak manfaat lainnya.

“Salah satunya bisa melunaskan utang, ya?”

Oh, tidak Ferguso! Konsepnya bukan seperti itu. Yang benar adalah:

Sedekah bisa menjadi wasilah bagi kelancaran rezeki kita. Karena rezeki lancar, maka uang kita jadi banyak, dan kita pun bisa bayar utang.

Nah, seperti ini konsepnya. Jadi jangan serta merta berkata, “Sedekah bisa melunaskan utang.” Ini kalimat yang salah kaprah.

Lagipula:
Agama (khususnya Islam) mengajarkan kita untuk mendahulukan yang wajib ketimbang yang sunnah.

Bayar utang itu wajib. Sedangkan sedekah itu sunnah. Maka kita harus mendahulukan bayar utang.

Misalnya kita punya utang Rp 2 juta, dan saat ini kita punya uang nganggur Rp 2 juta. Maka uang tersebut TIDAK BOLEH disedekahkan. Bahkan menurut Buya Yahya, hukumnya haram jika disedekahkan. Uang tersebut harus digunakan untuk membayar utang.

“Berarti kita tidak boleh bersedekah ketika punya utang?”

Ya, konsepnya tidak seperti itu juga, Bro! Kita tetap boleh bersedekah, kok. Asalkan tahu caranya.

* * *

Berdasarkan frekuensi dan jumlah uangnya, sedekah bisa dibagi menjadi 2 kategori:

1. Sedekah NonRutin

Ini adalah sedekah yang kita keluarkan jika ada keperluan khusus.

Misalnya di dekat rumah kita ada pembangunan masjid. Maka kita menyumbang Rp 10 juta.

Tentunya kita tidak setiap hari nyumbang Rp 10 juta, alias Rp 300 juta perbulan, kan? Karena sedekah seperti ini hanya sekali-kali saja dilakukan.

Untuk sedekah nonrutin, sebaiknya kita menyumbang dalam jumlah SEBESAR MUNGKIN, dan tentu saja semampu kita.

Jika ada kosep sedekah brutal atau sedekah ekstrim, bolehlah dipraktekkan di sini.

Artinya: Bersedekahlah dengan jumlah sebanyak mungkin. Karena uang yang disedekahkan akan menjadi penyelamat kita di akhirat kelak.

Namun perlu diingat: Pastikan saat bersedekah tersebut, utang Anda sudah lunas semua. Jika masih ada utang, maka dahulukan bayar utang.

2. Sedekah Rutin

Ini adalah jenis sedekah yang secara rutin dan istiqomah kita keluarkan. Bisa setiap hari, setiap hari Jumat, setiap pulang shalat berjamaah di masjid, dan sebagainya.

Salah satu jenis sedekah rutin yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah adalah sedekah setelah shalat shubuh. Berikut dalilnya (terjemahan):

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. (HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari] Shahih.

* * *

Sesuai dengan namanya – SEDEKAH RUTIN – maka sebaiknya kita menjadikannya KEBIASAAN.

Banyak orang yang hobi berkata, “Saya kan masih miskin, jadi tidak usah bersedekah. Nanti aja kalau sudah kaya.”

Orang seperti ini lupa, bahwa sedekah sebenarnya soal kebiasaan. Artinya:

Orang yang ketika miskin tidak mau bersedekah, maka setelah kaya dia tetap tidak akan bersedekah. Bahkan bisa jadi makin kikir.

Orang yang ketika miskin rajin bersedekah, maka setelah kaya dia tetap rajin bersedekah. Bahkan jumlah sedekahnya makin banyak.

INTINYA:

Jadikan sedekah sebagai kebiasaan. Praktekkan sedekah rutin, khususnya sedekah setiap shubuh.

Jumlahnya tidak harus banyak, yang penting rutin. Misalnya Anda bersedekah Rp 2rb, tapi dilakukan secara istiqomah setiap shubuh. Ini jauh lebih baik daripada sedekah Rp 2 juta tapi hanya sekali dan setelah itu tak pernah lagi bersedekah.

Karena rutin dan jumlahnya relatif kecil, maka saya kira tidak akan terasa berat dilakukan, walau kita sedang mengalami kesulitan keuangan, bahkan sedang terjerat utang.

Nah, seperti itu konsepnya, Bro.

* * *

Jadi dengan mengamalkan sedekah rutin secara istiqomah, ditambah SESEKALI bersedekah dalam jumlah besar, maka insya Allah itu akan menjadi salah satu asbab datangnya pertolongan Allah.

Utang kita akan dilunaskan oleh Allah dengan cara yang mudah, bahkan bisa dengan cara yang tidak disangka-sangka.

“O gitu, ya. Saya paham sekarang. Lalu apa maksud dari Jangan Bersedekah pada judul tulisan ini?”

Maksudnya adalah: Jangan bersedekah jika uangmu hanya cukup untuk bayar utang. Begitu.

Insya Allah, kiat-kiat lainnya menyusul. Makanya yuk STAY TUNE!

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.