Kiat Agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 6: Mengubah Gaya Hidup dan Hijrah Pergaulan

Kiat Agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 6: Mengubah Gaya Hidup dan Hijrah Pergaulan

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba. Bagian 6: Mengubah Gaya Hidup dan Hijrah Pergaulan

Oleh: Jonru Ginting

Salah satu penyebab kita hobi berhutang adalah karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Contoh Kebutuhan: “Saya butuh mobil karena anak saya 5 dan kami sekeluarga harus sering jalan bareng. Naik motor sudah tidak cukup.”

Dengan kebutuhan seperti ini, maka membeli mobil Toyota Kijang tahun 90an yang tanpa AC pun tidak masalah, kan? Yang penting kebutuhan akan mobil terpenuhi.

Masalahnya, kebutuhan kita hampir selalu tercemari oleh keinginan: “Saya butuh mobil, dan saya ingin mobilnya Pajero Sport. Sebab saya kan manajer, jabatan saya tinggi. Malu dong kalau mobilnya Avanza, apalagi Toyota Kijang jadul!”

Maka kita pun memaksakan diri beli Pajero Sport, dengan cara beli kreditan, cicilan 5 tahun, pakai riba pula. Yassalam!!!

Padahal, dari segi hitung-hitungan finansial saja, beli kendaraan dengan cicilan itu sebenarnya SANGAT RUGI. Jika tidak percaya, mari kita hitung dengan contoh berikut, yang saya ambil dari sebuah website yang berjualan motor Honda Beat keluaran tahun 2020.

  • Harga Cash: Rp 16.602.000
  • Skema cicilan:
    Uang muka Rp 2 juta
    Cicilan 23 bulan x Rp 961.000 perbulan = Rp 22.103.000
    .
    Jadi saat cicilan sudah lunas (2 tahun), Anda telah membayar Rp 24.103.000.
    .
    Lalu jika setelah lunas motornya dijual, harganya sudah turun menjadi Rp 13 juta!
    .
    Coba hitung sendiri berapa kerugian Anda!

Itu baru hitung-hitungan untuk motor Honda Beat yang harganya termasuk paling murah. Bagaimana jika yang dibeli adalah mobil Pajero atau Alphard?

Mari Kita Renungkan dan Pikirkan!

Jadi daripada beli motor baru dengan skema cicilan yang ngeRIBAnget seperti itu, lebih baik beli motor second pakai uang cash, sesuai anggaran yang kita miliki.

Memang kesannya kurang bergengsi. Tapi lebih baik bergaya sesuai kemampuan daripada bergaya seolah-olah kaya dan bergengsi, padahal motornya beli kreditan, bahkan riba!

Menurut saya itu bukan bergengsi. Itu justru malu-maluin!

* * *

Kita juga terlalu banyak gaya, hobi membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, melainkan hanya karena kita ingin memilikinya, atau hanya karena sedang ada diskon 50% + 20%.

Tragisnya, kita bahkan suka berhutang hanya untuk mendanai hal-hal yang bersifat hiburan seperti jalan-jalan ke luar kota, makan di restoran mewah, membeli baju hanya karena ingin ikut tren, dan sebagainya.

Jika kita masih terbiasa dengan gaya hidup seperti ini, maka tidak heran jika hidup kita masih akan terus dililit hutang dan riba.

Belakangan ini, bahkan sangat marak fasilitas seperti pinjaman online dan paylater yang membuat masyarakat kita semakin mudah dalam berhutang. Bahkan iklan pinjaman online dan paylater sangat masif di media sosial. Setiap kali saya buka YouTobe, pasti banyak berunculan iklan pinjaman online dari berbagai macam aplikasi.

Jika kita ingin hidup tenang dan damai tanpa hutang, maka HINDARI PAYLATER, PINJAMAN ONLINE, JUGA KARTU KREDIT.

Itu semua adalah pintu masuk hutang dan riba, dan hidup kita akan sengsara jika berurusan dengan mereka. PERCAYA SAMA SAYA! Karena buktinya dan korbannya sudah sangat banyak!

Cobalah untuk memiliki sifat qona’ah, yakni sifat merasa cukup dan benar-benar bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan. Karena rezeki yang sudah kita miliki itulah yang akan mendatangkan kebaikan.

Cobalah untuk BERSABAR. Jika kita ingin beli sesuatu tapi uangnya belum ada, maka BERSABARLAH. Jangan paksakan diri memiliki benda tersebut dengan cara berhutang, termasuk hutang cicilan.

Cobalah untuk bergaya hidup sesuai penghasilan kita. Utamakan untuk memenuhi KEBUTUHAN POKOK. Adapun hal-hal yang bersifat keinginan, apalagi yang hanya untuk gaya-gayaan, gengsi-gengsian, coba belajar untuk menahan diri.

Jika kita memang punya uang cash milik sendiri sebesar 500 juta, lalu kita belikan Pajero, dan setelah itu kebutuhan hidup kita tetap terjamin, maka ya silahkan dilanjutkan.

Tapi jika kita memaksakan diri beli Pajero, dengan sistem cicilan, pakai riba pula, maka ya KE LAUT AJA DEH LU!

Buat apa hidup penuh gaya, terlihat keren, mewah dan kaya raya, tapi semuanya dari hasil hutang cicilan? JEMPOL KE BAWAH UNTUK ORANG-ORANG SEPERTI INI!!!

Hijrah Pergaulan

Jika kita berteman dengan tukang gosip, maka kita pun akan jadi tukang gosip. Jika kita berteman dengan pelaku riba, maka kita pun akan menjadi pelaku riba. Atau setidaknya, kita tidak pernah mempermasalahkan riba.

Siapa teman kita akan menentukan seperti apa diri kita.

Oleh karena itu, jika ingin bebas hutang bebas riba, salah satu hal yang harus kita lakukan adalah HIJRAH PERGAULAN.

Hindari atau jauhi teman-teman yang seperti ini:

  1. Mereka yang bergaya hidup mewah, hobi belanja demi gaya hidup semata.
  2. Mereka yang terbiasa berhutang dan main riba, termasuk mereka yang hobi pakai kartu kredit, pinjaman online, paylater, dst.
  3. Mereka yang berpola pikir negatif, pesimis, bermental miskin, bermental pecundang.
  4. Mereka yang hidupnya jauh dari agama, atau bahkan anti agama (termasuk orang-orang munafik, yang hobi menyerang agamanya sendiri namun membela agama lain).

Mulai sekarang, carilah pergaulan baru yang jauh lebih baik. Bergaullah dengan:

  1. Orang-orang yang anti riba.
  2. Orang-orang yang tidak suka berhutang.
  3. Orang-orang yang rajin beribadah, yang imannya kuat dan aqidahnya lurus.
  4. Orang-orang yang sama dengan Anda, yakni mereka yang sedang berjuang untuk membebaskan diri dari hutang dan riba. Siapa tahu bisa BERJUANG BERSAMA, sehingga ikhtiar kita akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Selain itu, coba mulai aktif di pengajian, atau setidaknya nonton video-video ceramah agama di Youtube. Akan lebih baik lagi jika kita rajin membaca buku-buku agama. Dan jangan lupa, kita harus berguru pada ustadz atau ulama yang ilmunya lurus.

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.