5 Cara Mudah Menyelesaikan Utang Pinjol

Oleh: Jonru Ginting

Tulisan ini saya tujukan kepada Anda yang sudah terlanjur pinjam uang ke pinjol. Anda sudah diteror, data anda sudah tersebar, Anda sudah difitnah sebagai maling, dan sebagainya.

Tentu saja, itu semua membuat Anda stress dan bingung. Bahkan banyak korban pinjol yang akhirnya pindah agama, bercerai, hingga bunuh diri.

Naudzubillahi Min Dzalik!!! Semoga itu tidak terjadi pada Anda, ya.

Sebenarnya, hal-hal tragis di atas tidak perlu terjadi jika Anda memahami seperti apakah pinjol itu.

Oleh karena itu, pada tulisan ini akan saya jelaskan dengan gamblang.

Tulisan ini saya buat berdasarkan referensi dari berbagai macam sumber, terutama pendapat para ahli hukum. Baik yang saya dengarkan langsung, atau nonton videonya di Youtube.

Ya, sebenarnya di Youtube pun banyak sekali info tentang cara-cara menyelesaikan utang pinjol. Anda pun mungkin sudah pernah tonton. Jika belum, silahkan dicari saja. Siapa tahu bisa menjadi referensi yang sangat bermanfaat.

Oke, kita mulai pembahasannya, ya.

1. Cuma Omdo (Gertak Sambal)

Para pengelola bisnis PINJOL (khususnya yang illegal) adalah mafia. Mereka semuanya penjahat. Jadi mereka pasti takut ditangkap polisi.

Oleh karena itu:

(1) JANGAN PERNAH TAKUT jika mereka mengancam akan melaporkan Anda ke polisi. Tidak akan terjadi. Sekali lagi: TIDAK AKAN TERJADI.

Ancaman seperti itu hanya OMDO.

Selain itu, ada alasan lainnya:
Jumlah utang Anda mungkin hanya Rp 6 juta. Padahal untuk lapor polisi dan memprosesnya hingga pengadilan dan penjara, itu butuh biaya besar. Bayar pengacara saja puluhan juta. Padahal utang yang mau ditagih hanya 6 juta.

Justru mereka rugi! Jadi mereka tak akan melaporkan Anda ke polisi. Itu cuma gertakan sambal.

(2) Ancaman apapun yang mereka tujukan pada Anda, itu semua hanya berani mereka lakukan via SMS atau WA atau telpon. Mereka tidak akan berani datang ke rumah Anda. Kenapa? Karena sekali lagi: Mereka itu mafia. Mereka juga takut ditangkap polisi.

(3) Mereka tidak akan pernah berani menyebutkan di mana alamat kantor mereka. Misalnya Anda berkata ingin melunasi utang dengan cara datang langsung ke kantornya. Mereka tidak akan mengizinkan. Mereka hanya mau jika transfer. Ya, namanya juga mafia. Mereka tentu tidak ingin dilacak keberadaannya.

* * *

Jadi dengan fakta-fakta di atas, sebenarnya Anda tidak perlu takut, gusar, panik, bingung, apalagi sampai bunuh diri. Sebenarnya hadapi saja semua teror mereka sambil tersenyum.

Mereka sebenarnya TIDAK BISA melakukan cara-cara legal untuk menagih utang Anda. Karena itulah, mereka pakai cara-cara sadis, yang tujuannya untuk MELEMAHKAN MENTAL ANDA.

2. Ikhlaskan

Anda sudah diteror?

Data Anda sudah disebar?

Nomor-nomor di HP Anda sudah dihubungi, dan mereka katanya dijadikan penjamin hutang Anda?

Anda sudah dituduh maling?

Nomor-nomor di HP Anda dihubungi, lalu mereka dikirimi pesan yang isinya menjelek-jelekkan bahkan memfitnah Anda?

Ya, anggap saja itu semua sebagai RESIKO. Anda sudah melakukan kesalahan, karena berhubungan dengan mafia.

Jadi ikhlaskan saja jika hal-hal seperti itu terjadi. Tak perlu terlalu dirisaukan. Yang penting, Anda harus fokus pada satu masalah saja:

Bagaimana caranya agar saya bisa melunasi utang ini?

3. Bayar!

Sebagai orang yang masih punya iman, masih percaya pada akhirat, masih percaya pada surga neraka, tentu kita mengutamakan hukum agama dalam urusan utang piutang. Sebab orang yang mati dalam keadaan masih punya utang, di akhirat nanti hidupnya akan sengsara. Anda tentu tidak mau seperti itu, kan?

Karena itu, yuk GUNAKAN PENDEKATAN AGAMA (khususnya Islam) dalam urusan utang piutang ini.

Islam mengajarkan bahwa UTANG WAJIB DIBAYAR. Apapun alasannya, seperti apapun kondisi kita, tidak ada tawar-menawar. UTANG TETAP WAJIB DIBAYAR.

Karena itu, yuk USAHAKAN agar Anda bisa bayar utang tersebut.

Namun perlu diketahui:

Yang harus dibayar hanya uang yang Anda terima. Misalnya: Anda pinjam 2 juta, tapi pihak pinjol cuma mentransfer 1,2 juta. Maka yang wajib Anda bayar hanya 1,2 juta saja.

Nah, silahkan catat nomor rekening si pinjol. Setelah itu SELAMAT BERJUANG dengan SERIUS, agar Anda bisa segera membayar utang.

Silahkan transfer ke rekening pinjol, dan setelah itu tidak perlu menghubungi mereka untuk konfirmasi. Jika Anda menghubungi mereka, nanti akan muncul masalah baru. Masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Begitu Anda mentransfer untuk melunasi utang, maka dari segi agama Anda sudah bebas dari kewajiban.

NB: Yang saya sampaikan di atas tidak bertentangan kok, dengan hukum negara. Jadi tak perlu khawatir!

4. Berikan Klarifikasi

Begitu mendaftar di aplikasi pinjaman online, seluruh nomor di phonebook HP Anda akan disadab oleh mereka. Teman-teman Anda akan dihubungi dan dikirimi pesan, yang isinya lebih kurang seperti ini:

“Teman Anda si A berhutang pada kami, dan Anda didaftarkan sebagai penjamin utangnya. Tolong beritahu dia agar segera bayar utangnya. Jika tidak, akan segera kami proses.”

Jika teman Anda tidak tahu duduk persoalannya, dia bisa saja marah dan benci pada Anda.

“Kurang ajar banget nih, si A! Dia mencatut nomor gue! Dia memasukkan nomor gue sebagai penjamin utangnya, tanpa sepengetahuan gue!”

Teman Anda mungkin berpikir seperti itu, padahal yang salah bukan Anda. Itu sebenarnya ULAH BIADAB dari si rentenir online alias pinjol.

Karena itu, saran saya berikan klarifikasi kepada teman-teman Anda, agar mereka tidak salah paham.

Namun jika ternyata mereka tidak percaya pada penjelasan Anda, ya sudahlah. Anggap saja itu resiko atas kesalahan Anda yang telah berurusan dengan pinjol. Ikhlaskan saja.

5. Ganti Nomor

Jika Anda ingin aman dan hidup tenang, bebas dari teror pinjol, maka satu-satunya cara adalah: GANTI NOMOR HP.

Ya, saya sangat paham. Mengganti nomor HP akan mendatangkan kerepotan baru.

Tapi SEKALI LAGI, itu adalah resiko yang harus Anda hadapi. Ikhlaskan saja. Anda sudah berbuat salah, maka harus bertanggung jawab terhadap resikonya.

Anda kini seperti buah simalakama: Tetap pakai nomor yang lama, maka anda akan terus diteror. Ganti nomor, maka Anda hidup tenang tapi akan ada kerepotan-kerepotan baru.

Nah, keputusan di tangan Anda. Mau repot sebentar, atau diteror terus oleh pinjol? Pilih yang mana?

Pilihan hanya 2 itu, tak ada pilihan lain!

* * *

Jika Anda memilih untuk ganti nomor, maka berikan nomor baru tersebut HANYA kepada orang-orang yang Anda percayai. Jangan berikan pada teman yang kurang Anda percayai. Sebab dia nanti bisa memberikan nomor baru Anda kepada si pinjol.

Jika ibu atau suami/istri atau saudara terdekat Anda lainnya ikut kena teror, maka minta mereka untuk ganti nomor HP juga.

Dan setelah ganti nomor HP, tetaplah berusaha agar bisa membayar utang.

Ingat: BAYAR UTANG ITU WAJIB. Walau pinjol sudah berhenti meneror Anda, tapi utang tetap wajib dibayar!

* * *

Nah, masalah pinjol sudah teratasi. Masalah berikutnya adalah:

“Bagaimana caranya agar hutang saya bisa lunas dengan cepat? Bagaimana caranya agar saya bisa segera bebas dari jeratan riba?”

Untuk menjawab pertanyaan di atas, alhamdulillah sudah ada ebook GRATIS yang membahasnya. Silahkan download dan baca sepuasnya dengan cara KLIK DI SINI.

Semoga Bermanfaat, Salam Sukses Selalu!

Jonru Ginting