2 Rahasia Penting agar SUKSES dengan Mudah dan Cepat

Sebagai bisnis network marketing, PT BEST punya sejumlah keunikan dan perbedaan dibanding bisnis konvensional. Karena itulah, dalam menjalankan bisnisnya pun, terdapat beberapa hal unik untuk diterapkan.

Tentu banyak kiat dan strategi yang bisa kita terapkan di bisnis PT BEST ini. Namun ada  2 RAHASIA PENTING yang insya Allah bisa membuat kita sukses dengan cepat dan mudah di bisnis ini.

Dua rahasia penting ini insya Allah akan MEMPERMUDAH kita dalam menjalankan bisnis PT BEST Syariah.

Dua rahasia penting tersebut adalah:

1. Duplikasi

Artinya, kita hanya perlu MENIRU hal-hal yang dilakukan oleh leader kita.

Kenapa? Karena leader kita sudah terbukti sukses dengan CARA TERTENTU. Maka agar kita bisa sukses seperti si leader, yang harus kita lakukan adalah meniru cara tersebut. Just that simple.

Kita memang bisa berinvoasi sendiri, berkreasi sendiri, menerapkan kiat dan strategi yang menurut kita bagus. Namun masalahnya, itu belum terbukti. Ada resiko gagal dan sebagainya.

Karena itu, sangat direkomendasikan jika kita MENIRU hal-hal yang telah diterapkan oleh Sang Leader. Hal-hal yang telah terbukti menjadi wasilah baginya untuk menjadi orang sukses.

Ibarat pendaki gunung: Orang yang berpengalaman tentu sudah punya rute khusus yang dirintis sejak lama. Rute yang terbukti paling aman dan paling baik agar bisa sampai di puncak dengan cepat.

Kita sebagai pendaki pemula, cukup mengikuti saja rute tersebut. Jika kita merintis rute baru, tentu effort kita akan jauh lebih berat, resikonya lebih besar, dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak akan lebih lama.

Karena itu, sekali lagi, kita hanya perlu meniru atau menduplikasi hal-hal yang dilakukan oleh Sang Leader.

Memang tidak harus meniru secara plek. Tentu boleh berkreasi sendiri. Namun secara umum, kita tetap on the track dalam mengikuti “rute pendakian” yang telah dirintis oleh Sang Leader.

2. Edifikasi

Apa sih, edifikasi itu? Berikut saya kutipkan penjelasan dari website Kemenkeu:

Edifikasi adalah prinsip di mana downline memberikan rasa hormat yang layak kepada upline. Prinsip ini demikian dijaga sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun downline yang membicarakan hal-hal negatif terhadap upline. Hal ini penting karena jika seorang downline sekali saja tidak memberikan rasa hormat kepada upline-nya, apalagi sampai menceritakan hal-hal negative tentang sang upline kepada para downline di bawahnya, maka seluruh jaringan downline di bawahnya akan juga tak menaruh rasa hormat kepada sang upline. Hasilnya, sang upline akan kehilangan otoritasnya di hadapan seluruh jaringan downline.

Jika Anda masih bingung dengan penjelasan di atas, berikut saya berikan contohnya:

Misalkan saya datang kepada Anda, bersama 2 orang pria:

Si A pakai baju kaos oblong, celana jeans lusuh, dan sandal jepit. Badannya bau pula, karena belum mandi.

Si B pakai pakaian jas lengkap, sangat rapi dan bersih, sepatu mengkilap, rambutnya tersisir rapi, dan badannya wangi karena pakai parfum.

Saya menawarkan kepada Anda, “Salah seorang di antara mereka berdua ini bersedia jadi mentor bisnis kamu secara gratis, alias tak perlu bayar. Pilih mana?”

Saya yakin, Anda akah pilih B, karena dari segi penampilan jauh lebih meyakinkan.

Setelah itu, saya memperkenalkan kedua pria tersebut:

Si A adalah seorang milyarder, bisnisnya sangat banyak, dan dia terbukti berhasil mengkader banyak pebisnis sukses. Artinya, dia pintar mengajar juga. Soal penampilannya, dia memang lebih suka berpenampilan seperti itu.

Si B adalah pebisnis UMKM yang baru saja merintis bisnisnya, belum terbukti sukses, namun dia juga pintar mengajar, pintar mengkader orang menjadi pengusaha.

Setelah saya bercerita seperti itu, kemungkinan besar Anda memilih si A.

Kesimpulan:

  1. Cara B berpakaian merupakan sebuah edifikasi, agar orang-orang langsung terkesan pada pandangan pertama. Artinya, kita bisa melakukan edifikasi terhadap diri sendiri, dengan cara menjaga penampilan.
    .
  2. Setelah saya menceritakan siapa A, ternyata Anda lebih memilih dia ketimbang B. Anda awalnya meremehkan A. Namun setelah saya jelaskan siapa dirinya, maka anda pun jadi kagum serta menaruh perhatian besar terhadapnya.
    .
    Ini artinya saya telah berhasil mengedifikasi A kepada Anda.

Nah, seperti itulah, gambaran singkat dan sederhana mengenai EDIFIKASI.

* * *

Pada bisnis network marketing, sangat penting bagi kita untuk mengedifikasi para leader.

Kita harus menempatkan leader sebagai orang yang kita hormati. Bukan karena si leader gila hormat dan sebagainya. Sama sekali bukan. Tapi ini bertujuan untuk kesuksesan kita dalam menjalankan bisnis ini.

Berikut beberapa contoh PENERAPAN edifikasi pada bisnis PT BEST Syariah yang bisa kita laksanakan.

1. Saat Memprospek Calon Mitra (Calmit)

Ceritakan apa saja prestasi yang telah diraih oleh leader Anda. Jelaskan kepada si calmit, “Jika kamu gabung lewat saya, maka kamu akan berkesempatan juga untuk dibimbing oleh leader saya yang Luar Biasa, yakni Pak A.”

Intinya, kita haru menciptakan kesan, bahwa bagi si calmit, leader kita tersebut adalah orang yang sangat hebat dan luar biasa.

Jika perlu, libatkan leader Anda dalam memprospek si calmit. Tujuannya agar si calmit merasa lebih yakin untuk gabung dengan bisnis ini.

Namun dalam melibatkan leader tersebut, kita harus memperlakukan si leader dengan hormat pula. Jangan sampai kita minta tolong dengan cara yang salah.

Berikut contoh cara yang salah:

Anda mengirim nomor si calmit kepada leader, dan berkata, “Ini calmit saya Pak. Tolong diprospek.”

Ini sih sama saja dengan memperlakukan leader Anda sebagai pembantu hehehe…

Contoh cara yang baik:

Anda bertemu dengan si calmit. Silahkan diprospek semampu Anda, sambil mengedifikasi leader Anda. Lalu pada saat yang tepat, hadirkan leader Anda.

“Menghadirkan” itu maksudnya bisa bertemu langsung tatap muka, video call bertiga, dan sebagainya.

Intinya: Bayangkan bahwa leader Anda seorang walikota atau ustadz kondang. Tentu Anda tahu bagaimana cara terbaik dalam memperlakukan para tokoh seperti itu, kan?

2. Setelah Anda punya mitra baru

Pastikan untuk memperkenalkan mitra baru Anda kepada leader Anda. Ceritakan apa saja kehebatan si leader kepada mitra Anda.

Tujuannya adalah agar si mitra menaruh hormat kepada si leader, dan tujuan akhirnya adalah untuk kekompakan tim.

Saya sering melihat, khususnya di SSJ, banyak sekali mitra yang “menyimpan” sendiri mitranya. Akibatnya, si mitra pun jadi kuper. Yang dia kenal hanya Anda sebagai sponsornya.

Jangan sampai seperti itu, ya.

Justru, dengan memperkenalkan mitra Anda kepada leader Anda, maka itu akan mempermudah pekerjaan Anda.

Sebab jika misalnya mitra Anda butuh bantuan dan Anda tidak bisa membantu, maka si mitra bisa minta bantuan kepada leader di atas Anda.

Jika mitra Anda mengenal semua leader di atasnya, apalagi jika dia menaruh hormat kepada semua leader tersebut, maka ini akan berpengaruh sangat positif terhadap kerjasama tim.

Agar para mitra Anda menaruh hormat kepada para leader di atas Anda, maka yang harus Anda lakukan adalah selalu mengedifikasi si leader di depan mitra-mitra Anda.

3. Dalam Pergaulan Sehari-hari

Mungkin usia Anda lebih tua dibanding leader. Mungkin Anda lulusan S1, sedangkan leader Anda hanya lulusan SMP. Mungkin di luar sana, Anda adalah seorang jenderal TNI, sedangkan leader anda hanya warga biasa saja.

Namun terlepas siapapun Anda dan siapapun si leader, Anda tetap harus menaruh hormat kepada si leader.

Agar lebih mudah dipahami:
Bayangkan saja leader adalah ayah Anda, dan mitra adalah anak Anda.

Tentu Anda tahu bagaimana cara terbaik dalam menghormati seorang ayah, kan?

Hormatilah leader Anda sebagaimana menghormati ayah Anda, walau di luar sana anda adalah jenderal dan si leader hanya kopral.

Demikian pua terhadap mitra. Dia adalah anak Anda. Tentu Anda tahu bagaimana cara terbaik dalam memperlakukan anak sendiri,  kan?

Walau di luar sana mitra Anda punya jabatan dan status sosial yang lebih tinggi dibanding Anda, namun di PT BEST dia adalah mitra Anda, dia adalah anak Anda. Karena itu, perlakukan dia sebagai anak sendiri.

* * *

PANTANGAN

Agar proses edifikasi tidak sampai terganggu bahkan ambyar, maka ada beberapa pantangan yang harus kita hindari.

1. Mendebat leader

Tentu Anda boleh berbeda pendapat dengan leader. Itu adalah bagian dari hak asasi. Namun hindarilah debat dengan leader Anda, apalagi jika debatnya di dalam group, di mana para mitra Anda ikut menjadi saksi.

Jika Anda tidak setuju dengan pendapat leader, lebih baik diam saja. Jika Anda ingin mengoreksi pendapatnya, lebih baik sampaikan secara japri, face to face berdua saja. Dan sampaikan dengan cara yang ahsan dan berakhlak.

Jika Anda mendebat leader di depan umum, itu sama saja dengan mempermalukan si leader. Dan itu bisa membuat mitra-mitra Anda kehilangan respek terhadap si leader. Akibatnya: Kerjasama tim akan terganggu.

2. Menjelek-jelekkan leader di depan mitra

Sebagai manusia biasa, tentu leader pun punya kelemahan juga kekurangan. Namun jangan sampai kita mengumbar kekurangan atau kejelekan si leader di depan para mitra kita, apalagi jika tujuannya hanya untuk berghibah. Selain dosa, tindakan seperti ini juga akan sangat mengganggu kekompakan tim.

Namun jika tujuannya untuk  kebaikan bersama, maka setahu saya di dalam Islam pun ada beberapa jenis ghibah yang diperbolehkan. Wallahualam.

3. Memperlakukan leader seperti pembantu

Memang leader wajib membina para mitranya. Kita sebagai mitranya punya hak untuk minta bantuannya. Misalnya jika kita ingin memprospek seorang calmit, boleh-boleh saja kita minta bantuan leader untuk mendampingi.

Namun jangan sampai kita memperlakukan leader seperti pembantu yang kita suruh-suruh. Oh, jangan sampai seperti itu!

Seperti yang dijelaskan di atas, leader itu ibarat ayah kita. Apakah pantas jika kita menyuruh-nyuruh ayah kita?

Ketika hendak minta tolong pada ayah, tentu kita tahu bagaimana cara terbaik dalam melakukannya, kan?

4. Tidak patuh pada leader

Para leader di PT BEST Syariah itu insya Allah punya niat yang sangat baik untuk membantu Anda. Mereka ingin Anda sukses. Mereka akan sangat bahagia jika Anda sukses.

Karena itu, para leader akan mengarahkan Anda, menasehati Anda, membimbing Anda. Mereka akan MEMBERITAHU bagaimana cara terbaik dalam menjalankan bisnis ini. Mereka merekomendasikan cara-cara yang sudah terbukti SUKSES diterapkan oleh mereka sendiri.

Karena itu, kita harus PATUH pada arahan, nasehat dan bimbingan leader. Apalagi jika arahannya itu berdasarkan pengalaman yang sudah TERBUKTI SUKSES. Maka kita cukup MANUT SAJA.

Salah satu penyebab kegagalan mitra di PT BEST adalah karena mereka ngeyel, tidak patuh pada arahan leader. Mereka menjalankan bisnis ini dengan cara “semau gue”. Ketika leader mengingatkan, mereka justru mengabaikan bahkan membantahnya.

Setahu saya, mitra yang seperti ini akan sulit untuk sukses di bisnis PT BEST Syariah. Jangan sampai Anda seperti itu, ya.