Cara Mendatangkan Uang Tanpa Harus Berutang

Cara Mendatangkan Uang Tanpa Harus Berutang

Cara Mendatangkan Uang Tanpa Harus Berutang

Oleh: Jonru Ginting

Jika sedang tak ada uang, padahal banyak kebutuhan, apa yang harus dilakukan?

Sebagian besar orang mengatasi masalah seperti ini dengan cara BERUTANG. Sebab bagi mereka, utang adalah satu-satunya solusi. Padahal ada CARA JITU untuk mendatangkan uang tanpa harus berutang. Apa itu?

Ya, sejujurnya saya juga pernah berutang, kok. Tapi saya biasanya berutang hanya pada kondisi seperti berikut:

Saya butuh uang, misalnya untuk beli kebutuhan mendesak, dan harus bayar sekarang juga. Tak bisa ditunda. Saya baru punya uangnya 2 hari lagi. Maka saya pinjam uang ke teman, sesuai kebutuhan. Lalu 2 hari kemudian, langsung saya bayar (sebelum ditagih).

Saya hanya berutang jika situasinya seperti itu. Intinya: Saya tidak pernah menjadikan utang sebagai kebiasaan, apalagi hobi.

“Tapi saya kan berutang karena memang sangat butuh. Tak ada solusi lain!” ujar sejumlah Sahabat.

Oke, baiklah. Apakah Anda ingin saya ajari tentang cara MENDATANGKAN UANG tanpa harus berutang? Jika MAU, simak baik-baik CERITA berikut ini, ya.

* * *

Suatu hari, ketika hidup sedang susah-susahnya, ketika penghasilan masih sangat seret, saya pernah dalam keadaan SUPER BOKEK. Uang di dompet hanya sekitar Rp 150rb. Saldo di rekening pun di bawah Rp 10rb.

Padahal kebutuhan sedang banyak-banyaknya. Bayar tagihan listrik, bayar SPP anak, beli beras, dan masih banyak lagi.

Saya sama sekali belum punya gambaran, dari mana harus mendapat uang untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.

Maka INILAH yang Saya Lakukan:

SATU: YAKIN 100% bahwa Rezeki Saya Sudah Dijamin oleh Allah.

Namanya sudah dijamin, maka buat apa khawatir. Betul?

Jika Anda belum paham seperti apa bentuk keyakinan seperti ini, berikut ilustrasinya:

Misalnya Anda berangkat naik bis dari Jakarta ke Surabaya. Anda tidak kenal sopirnya. Tapi Anda naik bis dengan penuh keyakinan. Anda sangat yakin si sopir tersebut bisa membawa Anda dengan selamat dari Jakarta ke Surabaya. Anda tidak khawatir sedikit pun.

Nah, jika terhadap sopir yang tidak dikenal pun, kita bisa yakin dan tenang seperti itu, seharusnya kita jauh LEBIH YAKIN kepada Allah, kan?

Masalahnya, selama ini kita hobi mengucapkan “Saya YAKIN 100% pada Allah,” padahal itu hanya lip service belaka. Faktanya, kita sering mengkhawatirkan rezeki dari Allah.

Contohnya ketika seorang karyawan dilarang shalat di kantor. Dia ingin resign agar bisa shalat. Tapi dia ragu dan berpikir, “Kalau saya resign, gimana dengan penghasilan saya? Cari kerja saat ini kan sulit banget. Saya bisa jadi gelandangan kalo resign.”

Nah, bagi mereka yang suka berpikir seperti itu, berarti keyakinannya terhadap Allah masih sangat kurang.

Itulah sebabnya, saya berulangkali mengatakan bahwa jika Anda ingin bebas utang bebas riba, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat iman dan meluruskan aqidah.

Sebab kiat-kiat yang saya sampaikan di sini, hanya bisa sukses diterapkan dengan satu SYARAT UTAMA; Jika iman sudah kuat dan aqidah sudah lurus.

Nah…
Jika Anda belum bisa YAKIN 100% pada Allah, maka harus DILATIH. Caranya antara lain dengan rajin belajar agama.

Keyakinan juga bisa tumbuh dari pengalaman. Artinya: Anda harus mencoba sendiri.

Misalnya: Anda dapat info bahwa sedekah bisa mendatangkan banyak rezeki. Maka, cobalah bersedekah.

Jika selama ini Anda biasa bersedekah Rp 2rb, maka coba jumlahnya ditambah jadi Rp 10rb. Lalu tambah lagi jadi Rp 50rb. Setelah itu tunggu hasilnya seperti apa.

Jika ada hasilnya, maka itu akan membuat keyakinan Anda mulai dan semakin semakin kuat.

DUA: Berdoa

Sampaikanlah keinginan Anda kepada Allah. Dalam doa tersebut, ucapkan saja:

“Ya Allah. HambaMu ini sedang butuh uang Rp 5 juta untuk bayar SPP anak, ya Allah. Engkau Maha Kaya. Uang Rp 5 juta sangatlah kecil bagiMU. Karena itu, datangkanlah uang Rp 5 juta tersebut, Ya Allah. Tolonglah Ya Allah. HambaMu ini sedang sangat butuh. Firaun yang durhaka kepadaMu pun engkau berikan harta yang sangat banyak. Sedangkan hambaMu ini masih punya iman dan masih rajin beribadah Ya Allah. Berilah hambaMu ini rezeki yang jauh lebih banyak dari harta Firaun Ya Allah!”

Intinya: Silahkan berdoa dengan kalimat-kalimat sesuai kebutuhan Anda. Pakai kalimat sendiri juga boleh, kok. Tapi jangan lupa terapkan etika dan cara-cara berdoa yang baik, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.

TIGA: Melakukan Amalan Khusus

Banyak sekali amalan khusus yang bisa mendatangkan rezeki. Dan amalan-amalan tersebut bersumber dari dalil yang shahih. Salah satu contohnya adalah SEDEKAH EKSTRIM.

Jadi seperti yang saya ceritakan di atas: Di dompet saya hanya ada uang Rp 150rb. Maka seluruh uang tersebut saya sedekahkan, tanpa ada sisa sama sekali. Saya membunuh semua rasa khawatir, dan saya menguatkan keyakinan bahwa rezeki saya sudah dijamin oleh Allah.

Contoh amalan lainnya adalah menyembelih hewan ternak. Bisa sapi, bisa kambing, bisa ayam, bisa bebek. Bisa hewan apapun, selama dia adalah hewan ternak.

Sembelihlah hewan tersebut sambil mengucapkan hajat Anda. Setelah itu, dagingnya silahkan dibagi-bagikan, misalnya ke anak yatim atau kaum dhuafa.

Kedua amalan tersebut belum cukup? Coba tambahkan amalan ketiga, yakni membaca surah Ali Imran ayat 26 dan 27. Baca berulang-ulang, sebanyak mungkin.
Usahakan untuk menghafal kedua ayat ini, agar Anda bisa membacanya sambil bawa motor, sambil cuci piring, sambil ngepel, dan sebagainya.

EMPAT: Ikhtiar

Ya, tentu saja Anda harus berikhtiar. Usaha dong ah! Bekerjalah semampu Anda untuk mencari nafkah. Ini tak perlu penjelasan lebih lanjut hehehe…

Yang jelas, jangan jadikan “berutang” sebagai bagian dari ikhtiar tersebut.

* * *

CATATAN PENTING: Ingat bahwa semua amalan di atas hanyalah wasilah untuk datangnya rezeki. Jangan sampai kita “mempertuhankan” amalan dan ikhtiar. Kita harus YAKIN 100% bahwa rezeki dan pertolongan itu datangnya hanya dari Allah.

* * *

Nah, setelah mempraktekkan hal-hal di atas, alhamdulillah SECARA AJAIB uang yang saya butuhkan pun datang dengan cara yang tak terduga-duga.

Tiba-tiba saja barang dagangan saya laku. Banyak yang beli, padahal sebelumnya sepi.

Tiba-tiba saja ada mitra di PT BEST yang belanja dalam jumlah besar, sehingga saya dapat komisi yang besar juga. Dan seterusnya.

Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang akhirnya membuat saya SEMAKIN YAKIN bahwa rezeki saya sudah dijamin oleh Allah. Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dengan cara itu, maka saya tidak pernah kepikiran untuk berutang, apalagi berurusan dengan pinjol, paylater, rentenir, kartu kredit, dan gerombolannya.

INGAT BAIK-BAIK:

Orang yang hobi berutang itu bukan karena mereka miskin dari segi finansial. Yang miskin adalah mental mereka. Ditambah kurang iman dan kurang aqidah. Begitulah adanya.

CATATAN:

  1. Mengenai dalil-dalil dari amalan-amalan di atas, silahkan googling aja ya.
  2. Jika Anda ingin mendapat SOLUSI JITU agar bebas utang bebas riba, silahkan baca serial tulisannya DI SINI.

Semoga bermanfaat.

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.