Cicilan Adalah Cara Jitu untuk Jadi Orang Miskin Selamanya

Cicilan Adalah Cara Jitu untuk Jadi Orang Miskin Selamanya

Cicilan Adalah Cara Jitu untuk Jadi Orang Miskin Selamanya

Oleh: Jonru Ginting

Membeli barang apapun dengan sistem cicilan adalah BURUK.

Cicilan pakai riba jelas dosa besar dan haram hukumnya.

Cicilan tanpa riba atau pakai akad syariah, itu tetap buruk. Sebab walau bagaimanapun, itu tetap cicilan utang.

Ya, bagi Anda yang punya bisnis kredit syariah, ya silahkan protes. Itu hak Anda.

Tapi hak saya juga untuk membuat opini seperti di atas hehehe…

Mengapa cicilan itu buruk? Karena BERIKUT FAKTANYA:

1. Bagi Pebisnis:

Semua pebisnis pasti sangat paham, bahwa penghasilan mereka selalu tidak pasti. Kadang besar kadang kecil. Kadang untung kadang rugi. Hal-hal seperti ini sangat biasa dalam berbisnis.

Jika modal bisnis didanai oleh utang dan bayarnya cicilan: Maka cicilan yang jumlahnya pasti dibayar pakai profit bisnis yang selalu tidak pasti. Ini resikonya sangat besar!

Kebetulan saya gabung di sebuah group Petani Sawit. Saat ini mereka semua mengeluh dan marah-marah, akibat harga sawit yang sangat murah. Mereka semuanya menderita, mengalami kesulitan keuangan.

Dan yang paling merasakan sulitnya keuangan adalah mereka yang punya cicilan. Ada cicilan mobil, cicilan rumah. dst. Bahkan ada yang dulu beli kebun sawit pakai uang pinjaman dari bank. Kini mereka pusing karena jumlah cicilan jauh lebih besar ketimbang penghasilan dari jualan sawit.

2. Bagi Karyawan Swasta:

Memang karyawan punya gaji tetap yang jumlahnya “pasti” setiap bulan.
Kata “pasti” saya tulis dalam tanda petik, karena sebenarnya tidak pasti-pasti amat.
Di awal masa pandemi, saya sempat melihat sebuah posting yang berisi curhat seorang karyawan. Dia nulis seperti ini:

“Dulu gaji saya 20 juta. Yang 9 juta habis untuk bayar cicilan rumah dan mobil. Masih ada sisa 11 juta untuk hidup sehari-hari.

Kini gara-gara pandemi, gaji saya dipotong 50%. Bayar cicilan tetap 9 juta, sehingga yang tersisa hanya 1 juta. MANA CUKUP!!!”

Karyawan yang curhat ini tentu DULUNYA berpikir bahwa gajinya bersifat tetap secara permamen, bahkan mungkin akan terus naik. Sehingga dia merasa tenang ketika membayar cicilan.

Tapi fakta berbicara sebaliknya. Pengalaman di atas menjadi bukti nyata, bahwa gaji karyawan pun ternyata tidak pasti-pasti amat. Maka WASPADALAH!!!

3. Pegawai Negeri (ASN):

Bagi ASN, kepastian jumlah gaji tentu lebih terjamin. Sehingga mereka mungkin berpikir, “Jadi aman kan, jika saya membeli barang apapun dengan cicilan?”

Sekilas memang terkesan aman. Tapi mari kita lihat FAKTANYA:

Banyak sekali ASN yang gaji bulanannya langsung habis di awal bulan, karena harus bayar cicilan demi cicilan. Akibatnya uang sudah habis, padahal baru tanggal 10.

Mereka pun terpaksa pinjam uang (lagi). Entah itu pinjam ke tetangga, teman, saudara, atau rentenir atau pinjol.

Akibatnya, mereka pun hidup dalam LINGKARAN SETAN bernama utang dan cicilan. Tak pernah selesai sampai mati!

Kapan bisa menikmati hidup jika seperti itu?

Menikmati hidup saja tidak bisa, apalagi jadi KAYA. Nasib mereka akan begitu-begitu saja, bahkan bisa semakin miskin akibat kebiasaan hobi berutang.

Maka ketika melihat teman-temannya yang dulunya miskin tapi sekarang kaya, mereka iri lalu menghibur diri dengan berkata, “Biarlah miskin, yang penting bahagia.”

Padahal aslinya, tiap awal bulan mereka menderita karena gaji habis untuk bayar cicilan.

* * *

Maaf beribu maaf. Perlu saya sampaikan bahwa orang yang hobi berutang, termasuk yang punya banyak cicilan, adalah mereka yang BERMENTAL MISKIN. Walau mereka punya mobil mewah, rumah megah… Namun aslinya mental mereka miskin.

Suatu saat nanti, hidup mereka akan menderita karena gaya hidup yang salah.

Adapun mereka yang secara harta masih miskin, tapi tidak suka berutang, bahkan senang bersedekah, maka mereka justru BERMENTAL KAYA.

Dan mereka akan menjadi KAYA BENERAN jika mengikuti ucapan Robert T Kiyosaki: “Yang membuat seseorang jadi kaya bukanlah uang, melainkan aset.”

Ya, betul sekali. Orang bermental kaya akan fokus membangun aset. Dari aset itulah, suatu saat nanti uang akan bekerja untuk mereka.

Sedangkan orang bermental miskin, mereka bekerja untuk uang. Bahkan lebih parah lagi: Mereka bekerja hanya untuk membayar cicilan demi cicilan.

“Lalu apa SOLUSINYA?”

Ya, tentu saja solusinya adalah MEMBANGUN ASET. Dan cara paling masuk akal untuk membangun aset adalah BERBISNIS. Baca Selengkapnya DI SINI.

Jonru Ginting