Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 1: Taubat Nasuha

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 1: Taubat Nasuha

 

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba: Bagian 1: TAUBAT NASUHA

Oleh: Jonru Ginting

Saya sering banget dihubungi oleh orang-orang tak dikenal, yang intinya mereka mau pinjam uang.

Biasanya saya paling malas meladeni orang seperti itu. Sebab terhadap orang yang udah kenal bahkan akrab pun, saya belum tentu mau minjamin uang. Apalagi sama orang asing yang entah siapa dirinya.

Tapi suatu hari, entah kenapa saya tergerak untuk membantu salah seorang di antara orang asing tersebut. Sebut saja namanya A, seorang driver ojol yang menurut pengakuannya sedang bingung karena tak punya uang sama sekali, padahal istrinya mau melahirkan.

Saat itu, saya mentransfer sejumlah uang padanya. Saya bilang ini sedekah, jadi uangnya tak perlu dikembalikan. Namun syaratnya, dia harus berjanji satu hal.

“Janji apa Pak?”

“Ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya saya memberi uang ke kamu. Setelah itu, kamu tak boleh lagi minta uang pada saya. Apapun alasannya tetap tidak boleh. Dan kamu tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun. Apalagi sampai merekomendasikan saya (ke orang lain) sebagai orang yang bisa dimintai uang. Jangan sampai seperti itu, ya.”

“Baik Pak. Saya janji.”

* * *

Beberapa hari setelah saya mentransfer uang sedekah untuk A, dia mengirim foto-foto anaknya yang baru lahir, sambil mengucapkan terima kasih atas bantuan saya.

Sekitar sebulan kemudian, dia kembali mengirim foto-foto anaknya. Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia jika melihat orang lain bahagia.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba si A ini kembali menghubungi saya.

“Pak, saya boleh pinjam uang lagi, gak? Saya sedang kesulitan hidup nih. Saya bla..bla..bla..bla…”

Saya tidak merespon permintaannya itu.

Ternyata dia tidak kapok. Dia kembali mengirim pesan, minta tolong dengan nada menghiba dan mengharap belas kasihan.

Saya masih cuek. Namun ternyata dia masih menghubungi saya dan bilang mau pinjam uang.

Karena jengkel, saya pun membalas pesannya.

“Begini lho, Pak. Dulu kamu kan udah janji, tidak akan pernah minta uang lagi pada saya, kan? Sekarang kamu mengingkari janji tersebut.”

“Iya Pak. Saya masih ingat kok janji tersebut. Tapi saya benar-benar sedang butuh banget, nih.”

“Saya tidak peduli, karena janji adalah janji. Jangan jadikan berutang sebagai kebiasaan, Pak. Itu tidak baik.”

“Tapi saya sedang butuh banget, Pak. Saya tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalah ini, selain dengan berutang.”

Nah itu dia. Semua orang yang hobi berutang memang selalu pakai alasan seperti itu. Mereka bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Dan yang ada di pikiran mereka hanya satu: PINJAM UANG.

Intinya: Ketika butuh uang, mereka mengharap uluran tangan dari manusia.

Padahal kita punya Allah yang Maha Kaya. Seharusnya kita hanya minta tolong pada Allah, agar rezeki kita diluaskan. Agar DIA memenuhi semua kebutuhan kita di dunia ini.

“Lha, kondisi saya kan sedang mendesak banget, darurat, sangat butuh uang saat ini. Kalau saya berdoa dan minta tolong Allah, kapan uangnya datang? Kelamaan!”

Nah, seperti itulah pola pikir orang-orang yang hobi berutang. Pola pikir yang menunjukkan bahwa mereka mengalami krisis iman dan krisis aqidah.

Dalam pola pikir mereka, minta bantuan pada orang lain merupakan pilihan yang jauh lebih baik ketimbang minta tolong pada Allah. Hm… konyol sekali, kan???

Maaf, kamu jangan tersinggung ya. Saya harus berterus terang mengatakan, bahwa orang yang hobi berutang itu umumnya punya MASALAH BESAR pada iman dan aqidah mereka.

Dari tampakan luar, mereka mungkin terlihat sholeh. Rajin shalat, rajin ngaji, rajin ikut maulid, rajin shalawatan. Jika ditanya, “Apakah Kamu YAKIN bahwa Allah Maha Kaya?” Mereka dengan sigap segera menjawab, “Ya saya sangat yakin hal itu.”

Tapi perbuatan mereka sangat bertentangan dengan ucapan tersebut. Sebab jika mereka benar-benar yakin, tidak mungkin jadi orang yang hobi berutang. Tidak mungkin mereka lebih memilih manusia ketimbang Allah untuk minta tolong.

Ucapan “Saya sangat yakin bahwa Allah Maha Kaya” ternyata hanya lip service belaka. Oleh karena itu:

Bagi Anda yang masih terlilit utang, masih terjerat riba, masih hobi berutang, dan ingin segera bebas dari semua itu…. Maka LANGKAH PERTAMA yang harus Anda lakukan adalah:

TAUBAT NASUHA.

Perkuat Iman Luruskan Aqidah. Berjanji untuk tidak pernah lagi berutang, APAPUN ALASANNYA. Titik. Tanpa tapi. No debat. Siap?

“Kenapa harus taubat nasuha dan berhenti berutang?”

Karena:

  1. Seperti yang dijelaskan di atas, orang yang hobi berutang itu aslinya kurang percaya dan kurang yakin pada Allah. Mereka lebih percaya pada sesama manusia ketimbang Allah. Ini merupakan sebuah dosa tersendiri, kan? Makanya, yuk taubat nasuha. Berhentilah minta tolong dan menggantungkan harapanmu pada manusia. Mulailah berharap dan minta tolong hanya pada Allah saja.
    .
  2. Pengalaman membuktikan bahwa membayar utang dengan berutang lagi tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Gali lobang tutup lobang bukanlah solusi terbaik. Bahkan boleh dibilang, itu tidak bisa disebut solusi, karena justru hanya akan menambah masalah-masalah baru.

Makanya, di atas saya menulis dengan SANGAT TEGAS:
Jika kamu serius ingin bebas utang bebas riba, maka solusinya adalah BERHENTI BERUTANG. Jangan pernah lagi berutang, apapun alasannya.

“Kalau tak boleh berutang lagi, gimana cara saya melunasi utangnya?”

Nah, silahkan simak terus SERIAL TULISAN ini ya. Insya Allah nanti ada bagian yang secara khusus membahas hal tersebut. STAY TUNE!

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.