Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 2: Perkuat Iman dan Aqidah

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 2: Perkuat Iman dan Aqidah

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba Bagian 2: Perkuat Iman dan Aqidah

Oleh: Jonru Ginting

Orang yang terjerat utang riba bisa kita ibaratkan seperti bangunan yang sudah rapuh dan menjelang roboh. Agar bisa merenovasi dan membuatnya menjadi bangunan yang lebih besar dan lebih tinggi (bertingkat), apa yang PERTAMA KALI harus kita lakukan?

Ya, tentu saja memperkuat pondasinya. Sebab jika pondasi belum kuat, pasti rumah tersebut akan kembali roboh, walau sudah berulang kali direnovasi.

Utang dan riba pun seperti itu. Jika pondasi belum kuat, maka percuma kita menjalankan kiat ini kiat itu. Pasti nanti akan kembali berutang dan kembali terjerat riba.

Agar bisa terbebas 100% dari utang dan riba, bahkan agar kita jadi sangat anti pada keduanya, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah MEMPERKUAT PONDASI berupa IMAN & AQIDAH.

Bagaimana caranya?

Saya jelaskan dalam bentuk ilustrasi cerita, ya.

Misalnya Anda mau berangkat dari Jakarta ke Surabaya naik bis. Apakah Anda yakin sopirnya bisa mengantarkan Anda dengan selamat hingga Surabaya?

“Sangat yakin!”

“Kenapa kok sangat yakin? Padahal tidak kenal dengan sopirnya!”

“Memang saya tidak kenal. Tapi sopir tersebut pasti sudah terbukti bekerja dengan baik dan profesional. Jika tidak, mana mungkin dia ditunjuk jadi sopir bis, kan?”

Betul sekali. Jawaban seperti ini merupakan contoh nyata dari KEYAKINAN. Anda YAKIN 100% pada sopir, sehingga Anda bisa duduk dengan tenang dan damai di dalam bis.

Nah, Anda bisa YAKIN 100% pada sopir bis yang sama sekali tidak Anda kenal. Tapi kenapa Anda justru tidak percaya pada Allah?

“Saya percaya kok pada Allah!” ujar seseorang bernama A. Ucapan yang sebenarnya hanya lip service belaka. Sebab saat ini si A bekerja di sebuah restoran, di mana dia selalu dapat jadwal bekerja setiap Jumat siang. Gara-gara itu, A tidak pernah bisa shalat Jumat.

Dia ingin resign dari sana, tapi tidak berani dengan alasan, “Jika resign, saya tentu kehilangan sumber penghasilan. Cari kerja susah! Sangat besar resikonya jika saya resign.”

Anda pasti tahu, orang seperti A ini sangat banyak jumlahnya. Jika ditanya, “Apakah kamu yakin bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki?”, mereka pasti dengan segera menjawab, “YA, SAYA SANGAT YAKIN!”

Padahal perbuatan mereka sangat bertolak belakang dengan pengakuan tersebut. Sebab jika benar-benar YAKIN bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki, tidak mungkin mereka takut resign dari restoran

Mereka takut resign karena masih menganggap bahwa rezeki datangnya dari tempat mereka bekerja. Padahal rezeki datangnya dari Allah. Restoran atau kantor apapun itu hanyalah wasilah atau perantaranya.

INGAT:

Orang yang YAKIN 100% pada keahlian sopir, maka dia bisa duduk di dalam bis dengan tenang dan damai.

Orang yang YAKIN 100% pada Allah, maka dia bisa menjalani hidup dengan tenang dan damai, tidak ada khawatir sedikit pun.

Jika Si A benar-benar YAKIN 100% bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki, maka dengan penuh keberanian dia akan segera resign dari restoran tersebut, dengan tujuan agar bisa kembali shalat Jumat. Dia tidak khawatir sedikit pun soal rezeki, karena dia YAKIN 100% bahwa rezekinya sudah dijamin oleh Allah.

* * *

Sekarang, coba kita simak hadits berikut:

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)

Hadits di atas sudah dinyatakan shohih oleh para ulama. Sehingga kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.

Jika si A YAKIN 100% pada isi hadits ini, maka dijamin dia akan dengan penuh keberanian segera resign dari restoran, dengan niat mencari ridho Allah, agar dia bisa kembali shalat Jumat.

Dan sesuai isi hadits tersebut, PASTI si A akan segera mendapat pengganti yang jauh lebih baik.

Masalahnya adalah: Apakah Anda YAKIN 100% pada JANJI ALLAH?

Tak perlu jawab dengan ucapan. Silahkan jawab dengan TINDAKAN.

* * *

Contoh di atas tidak berhubungan dengan utang dan riba. Karena itu, yuk sekarang kita ambil contoh yang lebih kontekstual.

Contoh 1:

Anda sudah terlanjur membeli motor di leasing (sistem riba), dengan cicilan Rp 775.000 perbulan, tenor 35 bulan. Anda sudah mencicil 20 bulan, atau Rp 15.500.000, ditambah DP Rp 2 juta. Artinya, Anda sudah bayar Rp 17.500.000.

Jika Anda ingin SEGERA bebas dari dosa riba, maka satu-satunya cara adalah mengembalikan motor tersebut ke leasing, sehingga Anda rugi uang Rp 17,5 juta. Tapi Anda kini terbebas dari dosa riba, terlebih jika sudah taubat nasuha.

Pertanyaannya: Apakah Anda rela kehilangan uang Rp 17,5 juta demi mendapatkan ridho Allah, dan demi mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik?

Silahkan dijawab dengan TINDAKAN NYATA. Jangan dijawab dengan ucapan.

NB: Mungkin Anda kepikiran untuk melakukan oper kredit, agar tidak rugi-rugi amat. Tapi perlu disadari: Oper kredit itu sama saja dengan mengoper dosa dari Anda ke orang lain. ANDA TEGA SEPERTI ITU???

Contoh 2:

Istri Anda mau melahirkan dan butuh biaya bersalin sebesar Rp 5 juta. Padahal Anda sedang tidak punya uang. Bagaimana solusinya?

Orang yang lemah iman, dia akan pinjam uang ke orang lain, bahkan bisa jadi main pinjol.

Tapi bagi yang imannya kuat serta aqidahnya lurus, dia justru YAKIN SEPENUHNYA bahwa rezekinya sudah dijamin oleh Allah. Dia tidak khawatir sedikit pun.

Maka yang dia lakukan adalah BERDOA kepada Allah. Meminta hanya pada Allah.

Setelah itu dia berikhtiar, mencari rezeki yang halal, dan tidak pernah meminta pada manusia manapun.

Dan setelah itu, biasanya KEAJAIBAN akan datang!

Saya sama sekali tidak membual, karena saya justru sudah sangat sering membuktikan hal seperti ini.

Dulu di awal-awal jadi pebisnis, saya sering mengalami kesulitan keuangan. Kebutuhan sangat banyak, sedangkan uang di dompet hanya tersisa Rp 10rb. Saldo di ATM pun hanya Rp 25rb sehingga tak bisa diambil.

Maka yang saya lakukan adalah mempraktekkan hal di atas.

Dan SUNGGUH AJAIB! Sekitar 2 jam kemudian, tiba-tiba seorang teman menelepon, menawarkan sebuah proyek bisnis.

“Jika kamu setuju, proyeknya bisa langsung kita garap, dan DP sebesar Rp 5 juta akan langsung saya bayar.”

Masya Allah! Itulah yang namanya THE POWER OF YAKIN. Jika kita yakin pada sesuatu, maka sesuatu itu akan terjadi.

Dengan keyakinan seperti itu, alhamdulillah saya sekarang sudah tahu bagaimana cara “mendatangkan uang” ketika kita membutuhkannya. Cukup praktekkan hal di atas, maka uang akan datang, dan kita tidak akan pernah lagi kepikiran untuk berutang.

“Lho, kok aneh. Apakah uang bisa datang hanya dengan berdoa dan YAKIN?”

Oke, begini Sahabatku. Fakta yang sebenarnya tidaklah sesimpel itu. Saya menjelaskan seperti di atas, hanya sebagai ilustrasi tentang THE POWER OF YAKIN. Bahwa KEYAKINAN merupakan sesuatu yang sangat ajaib dan sangat sering terbukti.

Aslinya, di balik kelancaran rezeki tersebut, tentu masih banyak faktor penentunya, selain doa dan keyakinan. Selengkapnya akan kita bahas pada bagian-bagian berikutnya, ya. Insya Allah.

STAY TUNE!

Jonru Ginting

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.