Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 8: Berdakwah

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba | Bagian 8: Berdakwah

 

Kiat agar Bebas Utang Bebas Riba. Bagian 8: Berdakwah

Oleh: Jonru Ginting

Coba baca Al Quran Surah Muhammad ayat 7. Terjemahannya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)

Apa yang dimaksud dengan “menolong (agama) Allah?”

Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan “menolong (agama) Allah” adalah berdakwah, amar ma’aruf nahi mungkar. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Selama ini kita sama-sama tahu bahwa Allah bisa melakukan apapun yang DIA kehendaki, karena Allah Maha Berkehendak, Maha Berkuasa. Namun sebenarnya, ada hal-hal tertentu yang tidak mungkin dilakukan oleh Allah. Satu di antaranya adalah MENGINGKARI JANJI. Sebab Allah pasti Maha Menepati Janji.

Karena itu, jika Allah sudah berjanji pada Surah Muhammad ayat 7, itu artinya Allah PASTI menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita, jika kita menolong agamaNya, yakni berdakwah.

Tak perlu pakai Insya Allah untuk hal-hal yang berhubungan dengan janji Allah. Karena janji Allah itu 100% PASTI DITEPATI.

(Penggunaan kata Insya Allah yang tepat adalah ketika kita punya rencana di masa mendatang. Kita yakin rencana tersebut akan terlaksana. Namun kita PERCAYA bahwa Allah yang menentukan apakah rencana tersebut akan terlaksana atau bukan.

Adapun untuk janji dan rencana Allah, itu semua SUDAH PASTI, sehingga kita tidak perlu pakai Insya Allah).

Dengan aktif pada usaha dakwah, maka Allah PASTI akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita. Derajat hidup kita akan ditinggikan olehNya.

“Bagaimana mungkin saya berdakwah? Saya bukan ustadz bukan ulama. Ilmu agama saya masih sangat minim. Saya bahkan masih jarang shalat. Maksiat saya pun masih sangat banyak.”

Oke, begini Sahabatku:

  1. Inti dari dakwah adalah MENGAJAK, bukan mengajar.
    .
    Kalau mengajar, tentu kita harus menguasai ilmunya. Jika ingin mengajar Matematika, tentu kita harus berlatar pendidikan Jurusan Matematika dari Fakultas MIPA.
    .
    Tapi untuk berdakwah, siapapun bisa melakukannya. Sebab dakwah itu semudah mengucapkan kalimat, “Ayo shalat!”
    .
    Ketika kamu mengajak adikmu untuk shalat, maka kamu sudah berdakwah. Just that simple.
    .
  2. Dalam berdakwah, kita terkesan seperti menasehati orang lain. Namun sesungguhnya, inti dari berdakwah adalah menasehati diri sendiri. Sebab ketika berkata “Ayo shalat,” maka telinga terdekat yang mendengarkannya adalah telinga kita sendiri.
    .
    Oleh karena itu, tidak masalah jika ibadahmu belum baik, jika maksiatmu masih banyak. Siapa tahu, dengan berdakwah kamu justru termotivasi untuk semakin rajin beribadah dan meninggalkan maksiat.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak berdakwah, walau ilmu agama kita masih sangat minim. Walau maksiat kita masih sangat banyak.

Sebab berdakwah itu mengajak. Yang harus kita lakukan hanyalah MENGAJAK orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk. Hanya sebatas itu saja.

Harus dipahami pula bahwa berdakwah itu berbeda dengan ceramah.

Ceramah itu cenderung asyik. Kita diundang ke masjid, bicara di depan jamaah yang siap untuk mendengarkan nasehat kita. Disediakan uang transport, pulangnya diberi amplop. Asyik, kan?

Tapi berdakwah tidak seperti itu.

Misalnya kita mengajak para follower medsos kita untuk tidak minum miras. Kita tidak dibayar untuk melakukan itu. Bahkan kita sendiri yang membayar paket internetnya. Bahkan jika butuh biaya untuk memproduksi biaya pembuatan videonya, kita sendiri yang menanggung seluruh biaya tersebut.

Dan tidak hanya sebatas itu. Kita juga dibully dan dihina oleh para peminum, penjual dan pemilik pabrik miras. Bahkan lebih parah lagi, kita mungkin difitnah, karakter kita dibunuh, dan sebagainya.

Jalan dakwah itu tak pernah mulus. Cobaannya sangat banyak.

 “Wah, berdakwah itu ternyata sangat berat, ya?”

Ya, berat tidaknya itu tergantung persepsi kita saja, kok. Jika kita ikhlas melakukannya, maka tak akan ada yang terasa berat.

Intinya, berdakwahlah semampu kita. Jangan memaksakan diri. Niatkan dengan ikhlas demi Allah semata.

Dan ketika kita sabar, bahkan tetap semangat dalam menghadapi ujian yang berat, karena niat kita murni demi Allah semata, maka pada saat itulah janji Allah pada Surah Ibrahim ayat 7 akan terbukti dan akan kita alami sendiri!

Berdakwah akan memudahkan turunnya pertolongan Allah pada kita. Termasuk pertolongan untuk lunasnya utang-utang kita.

Masya Allah!

Selain kiat di atas, tentunya kita harus BERIKHTIAR atau MENCARI UANG agar utang kita lunas. Ada banyak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Namun ikhtiar terbaik adalah BERBISNIS.

Alhamdulillah, PT BEST Syariah telah terbukti membantu ribuan orang terbebas dari jeratan utang dan riba. Orang yang dulu hidup serba kekurangan, kini telah SUKSES dan IMPIAN TERWUJUD.

Anda Ingin MENGUBAH NASIB melalui bisnis PT BEST Syariah? Yuk Baca Info Lengkapnya DI SINI.