Saya Sudah Kapok Ikut MLM

Oleh: Jonru Ginting

@jonrugintingnew

Sebuah Catatan Singkat Penerima Mocash Ecoracing

Saya punya satu sifat atau karakter, yang di satu sisi merupakan kekuatan saya. Namun di sisi lain, itu adalah salah satu penghalang utama saya dalam meraih sukses.

Saya ini orangnya sangat passion oriented. Saya hanya mau mengerjakan hal-hal yang benar-benar saya sukai, yang membuat saya merasa nyaman dan bahagia. Walau tak ada bayarannya, walau saya justru harus mengorbankan banyak uang untuk mengerjakannya, saya tak peduli. Tetap akan saya kerjakan. Sebaliknya, jika ada pekerjaan yang tidak saya sukai, maka sebesar apapun bayarannya akan saya tolak. Walaupun saat itu saya sedang butuh uang, kekurangan uang, tetap saya tolak.

Dulu saya 7 tahun menjadi karyawan, dengan gaji besar dan fasilitas wah, namun itu justru membuat saya stres dan sering sakit-sakitan. Karena pada dasarnya saya tidak suka jadi karyawan. Saya orangnya hanya mau mengerjakan ide sendiri, proyek sendiri. Jika ada proyek atau ide dari orang lain, say ahanya mau mengerjakannya hany ajika saya benar-benar suka dan bahagia.

Karena itulah, saya merasa tidak cocok jadi karyawan. Maka awal tahun 2007 saya pun resign, memutuskan untuk putar haluan jadi pebisnis.

Saya pun mendirikan sejumlah perusahaan, namun semuanya bubar atau gagal. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena adanya karakter aneh saya tersebut.

* * *

Saya merasa perlu menceritakan fakta di atas sebagai intro tulisan ini, agar Anda memahami bahwa keberhasilan saya mendapat mocash mobil 150 juta di Ecoracing dalam hitungan kurang dari 6 bulan, merupakan sebuah keajaiban yang saya sendiri tidak pernah menduganya.

Baiklah, saya akan flashback, menceritakan bagaimana awal ceritanya, kok saya bisa gabung dengan Ecoracing.

Jadi tanggal 3 Juli 2019 lalu, saya datang ke Seminar Ecoracing di Tebet dengan niat hanya ingin menepati janji pada Pak Hasta dan istri beliau, Bu Riani. Saya tertarik pada produk Ecoracing, tapi saya sudah kapok gabung dengan MLM.

Saya sudah pernah ikut 4 MLM, dan semuanya gagal. Saya hanya semangat di awal, tapi setelah itu mundur teratur. Saya menyaksikan sejumlah orang yang bisa sukses di sana. Tapi saya tidak yakin bahwa saya akan bisa sukses. Saya merasa bahwa MLM tidak sesuai dengan passion saya. Ini adalah jenis bisnis yang bagi saya sangat sulit dijalankan. Saya merasa bodoh, kenapa dulu saya empat kali mau ikut MLM padahal saya tidak cocok di sana. Saya sudah berjanji, lain kali jika ada lagi tawaran MLM, aka saya tolak dengan tegas. Buat apa gabung jika endingnya pasti gagal lagi seperti yang dulu-dulu?

Bahkan bukan hanya di MLM. Dalam berbisnis secara umum pun saya selalu gagal. Sejak tahun 2007 saya sudah mendirikan beberapa perusahaan, namun semuanya bubar dengan mengenaskan. Saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak cocok jadi pebisnis.

Saya alhamdulillah bisa jadi orang terkenal karena tulisan-tulisan saya di medsos disukai oleh banyak orang. Namun hampir semua orang tidak tahu, bahwa sebenarnya kehidupan keluarga saya masih sangat kekurangan dari segi ekonomi. Hingga September 2017, ketika saya dikriminalisasi dan harus masuk penjara, sebenarnya sumber penghasilan saya belum jelas dan belum mapan. Hanya cukup untuk bertahan hidup.

Dan ketika saya masuk penjara, semua sumber penghasilan saya pun bubar tak berbekas. Saat itu, istri saya yang mengambil alih tugas sebagai pencari nafkah. Dia berbisnis kecil-kecilan, dan alhamdulillah keluarga kami mendapat banyak sumbangan dari para pendukung.

Tanggal 23 Oktober 2018 saya alhamdulillah bebas dari penjara. Saat itu, sumber pengghasilan keluarga kami adalah dari sisa tabungan belaka. Isi tabungan itu, sebagian besar di antaranya berasal dari sumbangan dari para pendukung saya.

Saya sebenarnya punya niat untuk menggunakan sisa tabungan itu sebagai modal bisnis. Tapi saya tidak tahu, bisnis apa yang harus dijalankan. Sepertinya kok tak ada yang cocok.

Alhamdulillah, sisa tabungan kami cukup hingga Juni 2019. Ketika itu, jumlah uang di rekening kami sudah hampir habis.

Pada saat itulah saya merasa sangat galau. Stress, bingung, karena belum punya sumber penghasilan apapun untuk menafkahi keluarga. Sebagai seorang suami dan ayah, saya juga merasa sangat malu, merasa harga diri saya tercabik-cabik, karena tugas saya sebagai pencari nafkah keluarga diambil alih oleh istri tercinta.

* * *

Seperti itulah situasi dan kondisi keuangan keluarga kami, juga kondisi psikologis saya, ketika datang ke seminar Ecoracing Tebet tanggal 3 Juli 2019 lalu. Sebenarnya saya tidak minat sama sekali untuk bergabung. Namun ketika itu saya berpikir, “Siapa tahu ada harapan di sana. Siapa tahu rezeki saya bisa mengalir lancar dari Ecoracing. Ya, apa salahnya mencoba LAGI. Setidaknya saya mencoba untuk datang ke seminarnya. Jika nanti saya merasa tidak sreg, ya gampang saja. Tak usah gabung. Gitu aja kok repot!”

Saat seminar dimulai, pak Nana tampil sebagai MC. Saat itu, secara ajaib beliau menyapa saya dengan panggilan pak Haji dan bertanya, “Apa impian Pak Haji yang belum tercapai.”

Ketika itu, dengan hati yang tersayat-sayat saya berkata, “Usia saya sudah hampir 50 tahun, namun dari segi finansial saya masih sangat jauh dari mapan. Masih miskin, sumber penghasilan belum jelas sama sekali.”

Lalu saya melanjutkan di dalam hati, “Usia saya sudah tua, tapi belum pernah punya mobil, tinggal di rumah warisan mertua dan belum pernah bisa beli rumah sendiri. Pernah saya hampir menjual motor untuk bayar uang sekolah anak. Saya sering marah-marah karena anak minta uang jajan, tapi saya tak punya uang. Saya iri melihat teman-teman sebaya, yang di seusia saya rata-rata mereka sudah hidup mapan. Kenapa nasib saya kok seperti ini? Usia hampir 50 tahun tapi sumber penghasilan masih sangat belum jelas.”

Saat mengucapkan kalimat-kalimat itu, saya merasa sebagai orang gagal, suami gagal, ayah yang gagal.

Lalu Pak Zaenal pun tampil sebagai pembicara. Beliau memaparkan sistem bisnis Ecoracing, peluang bisnisnya, dan sebagainya. Pemaparan yang sebenarnya tidak asing bagi saya, karena saya sudah sering menghadiri presentasi MLM.

Saya bahkan merasa muak, karena saat itu, kok semua orang – mulai dari MC, pembicara, juga para penyampai testimoni – semuanya bicara soal pajero, rumah mewah, penghasilan ratusan juta, dan hal-hal duniawi lainnya. Saya merasa kok seolah-olah hidup kita hanya untuk hal-hal seperti itu. Naif dan dangkal sekali. Karena itulah saya belum tertarik untuk gabung. Satu-satunya hal yang membuat saya merasa mantap ketika itu adalah saat pak Zaenal menjelaskan bahwa sistem bisnis Ecoracing telah mendapat sertifikat halal MUI. Alhamdulillah, aman kalau begitu!

Ya, saya ketika itu belum ada minat untuk gabung Ecoracing. Namun ada beberapa hal yang membuat pikiran saya akhirnya berubah:

1. Sejumlah mitra Ecoracing tampil memberikan testimoni, bercerita bahwa mereka bisa meraih Mobilio bahkan Pajero hanya dalam hitungan beberapa bulan. Bahkan ada leader ketika itu (saya lupa siapa namanya) yang berkata pada saya, “Saya yakin Pak Jonru bisa dapat pajero dalam waktu satu bulan.”

HAH? DALAM WAKTU SEBULAN SAYA BISA DAPAT PAJERO? MASA SIH? CEPAT BANGET!!!

2. Jika ada bisnis yang menjanjikan “cepat kaya dalam waktu singkat”, memang biasanya itu penipuan. Ini berdasarkan pengalaman saya. Namun saat menghadiri seminar tersebut, yang saya saksikan adalah orang-orang yang berbicara dengan jujur, tulus, gaya bicara mereka alamiah, tidak dibuat-buat. Saya berpikir bahwa mereka bicara jujur berdasarkan fakta, sehingga saya tidak punya alasan untuk tidak percaya atau curiga.

3. Seusai ashar, Pak ustadz Adam Ibrahim tampil di sesi pendalaman. Saat itulah, beliau memaparkan bisnis Ecoracing dari sudut pandang yang agamis. Kata beliau, lewat Ecoracing kita bisa memperbanyak sedekah, harta yang kita dapatkan dari sini bisa digunakan untuk berdakwah.

Nah, penjelasan itulah yang membuat saya akhirnya yakin dan segera ingin bergabung dengan Ecoracing!

Saya ketika itu bahkan langsung yakin, bahwa akhir tahun 2019 saya sudah bisa punya mobil sendiri. Dan alhamdulillah, keyakinan ini akhirnya terwujud jadi nyata. Sebab tanggal 26 Desember 2019 saya sudah tembus mocash mobil 150 juta. Alhamdulillah….

Kenapa ketika itu saya sangat yakin bisa sukses di Ecoracing, padahal belum gabung? Karena saya melihat bahwa Ecoracing sangat jauh berbeda dengan MLM yang pernah saya ikuti. Saya yakin bahwa sistem bisnis Ecoracing sangat mudah dijalankan, dan banyak orang yang berhasil mendapat reward serta bonus hanya dalam hitungan bulan. Ajaib banget! Saya belum pernah menemukan bisnis yang seperti ini!

* * *

Seperti yang saya jelaskan di atas, saat mengikuti seminar Ecoracing untuk pertama kalinya tersebut, hidup saya sedang sangat terpuruk. Sumber penghasilan belum ada dan tabungan sudah hampir habis.

Namun alhamdulillah, saat itu rumah warisan orang tua saya di Binjai, Sumatera Utara, baru saja dijual. Saya mendapat bagian Rp 50 juta. Sebagian di antaranya saya gunakan untuk bayar hutang. Dan sisanya masih cukup untuk mendaftar ke Ecoracing 15 BV. Tapi istri saya ketika itu berkata, “Jangan ambil yang besar dulu. Kebutuhan hidup kita masih banyak.”

Istri saya bahkan menyarankan agar saya tidak langsung gabung. “Coba kamu tes dulu berpromosi di medsos. Jika banyak yang minat, baru deh gabung.”

Maka, saya pun ketika itu mencoba posting di IG. Alhamdulillah, ternyata banyak banget teman yang berminat. Karena itulah, saya akhirnga gabung 3BV. Dan seminggu kemudian langsung di upgrade ke 7 BV, karena saya melihat antusiasme para follower saya sangat bagus.

Saya benar-benar tak menduga, jumlah follower saya yang tertarik untuk gabung Ecoracing sangat banyak. Bagi saya ini sungguh ajaib! Kenapa? Karena dulu, setiap kali berjualan di akun medsos saya, yang beli sangat sedikit. Antusiasme para follower saya sangat rendah. Saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak cocok jadi pedagang. Tidak cocok jualan.

Namun keadaan yang bertolak belakang terjadi pada Ecoracing. Saat saya mempromosikan Ecoracing, alhamdulillah yang minat sangat banyak.

Karena banyak peminat itulah, alhamdulillah saya bisa mendapat reward motor dalam 3 bulan dan mocash mobil 150 juta dalam hitungan 5,5 bulan.

Saya sungguh terharu, karena hanya di Ecoracing-lah saya mengalami KESUKSESAN BISNIS. Ecoraing adalah wasilah yang membuat saya akhirnya bisa memiliki mobil sendiri. Padahal dulu jangankan mobil cash, mobil kreditan saja pun rasanya sangat sulit didapatkan.

Apa yang menyebabkan saya bisa sukses di Ecoracing, padahal pada bisnis-bisnis sebelumnya (termasuk 4 MLM yang pernah diikuti) saya selalu gagal?

Menurut analisis saya, ada beberapa faktor penyebabnya:

1. Pertolongan Allah. Ini sangat pasti.

2. Karena saya sangat yakin bahwa saya bisa sukses di Ecoracing. Keyakinan merupakan kunci pertama dalam meraih sukses di bidang apapun.

3. Karena sesuai dengan karakter asli yang saya jelaskan di atas tulisan ini, saya menyukai Ecoracing. Saya senang dan merasa bahagia menjalankan bisnisnya. Saya bahkan merasa sangat nyaman saat bergaul di dalam komunitasnya. Terlepas dari urusan bisnis, saya merasa sangat dihargai dan dihormati di Ecoracing.

4. Karena kualitas produk Ecoracing yang memang bagus dan disukai serta dibutuhkan oleh masyarakat luas

5. Karena bisnis Ecoracing sangat menarik dan sangat unik, sehingga banyak orang yang tertarik untuk gabung.

6. Saya dan istri selama ini punya bisnis masing-masing. Kami tidak pernah bekerja sama dalam bisnis. Hanya di Ecoracing, kami bisa bekerja sama dalam menjalankan bisnis.

7. Dan tentu saja, karena bisnis Ecoracing sangat mudah dijalankan.

Menurut pengamatan saya, tujuh faktor di atas menjadi hal yang sangat menentukan kenapa banyak Sahabat yang bergabung menjadi mitra saya di Ecoracing. Alhamdulillah….

Di akhir tulisan ini, saya hendak menyampaikan sebuah rahasia:

Dulu ketika di Cipinang, saya sering memanjatkan doa, meminta kepada Allah agar saya diberikan kecukupan rezeki, diberi kemudahan dalam menemukan tim kerja dalam berbisnis, juga menemukan coach yang membimbing saya dalam berbisnis. Saya berdoa seperti itu, karena selama ini hal-hal tersebut termasuk yang paling sulit saya dapatkan dalam hidup ini. Padahal saya sangat menginginkannya.

Alhamdulillah, sungguh ajaib! Semua doa tersebut terkabul lewat wasilah Ecoracing.

Saya merasa bahwa Allah sengaja menghadirkan Ecoracing untuk mengatasi masalah-masalah terbesar dalam hidup saya. Allahu Akbar!!!

Jakarta, 27 Desember 2019
Jonru Ginting
New Leader Entrepreneurship
Founder Sinergy Sahabat Jonru
Peraih Motor Cash dalam 3 Bulan dan Mobil Cash 150 Juta dalam 5,5 Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *